Rencana, Usaha & Do'a - Artikel

 

        SEBETULNYA, kepastian yang akan terjadi dimasa yang akan datang, bukan bergantung pada apa yang telah kita rencanakan, tetapi bergantung pada kemana takdir akan membawa.

        Seseorang diantara kita bisa saja merencanakan sesuatu saat ini, tapi tidak bisa memastikan apakah sesuatu itu benar-benar akan terwujud dimasa mendatang. Apa sebabnya? Yah, Skenario takdir. Makanya hidup ini sebetulnya berjalan dinamis, didalamnya tidak ada yang pasti, kecuali kematian.

        Namanya rencana berarti adanya di alam pikirkan, bukan di dunia empiris. Rencana hanyalah pergulatan pikiran, tentang apa yang akan dilakukan, bukan sesuatu yang sedang dilakukan. Di sini bedanya rencana dengan usaha. Kalau usaha artinya rencana yang sedang dilakukan.

        Tidak hanya itu, semua orang bisa memiliki rencana, tetapi tidak semua orang mampu mengusahakannya. Kalau begitu mana yang lebih dulu, rencana atau usaha? Yang pasti rencana dulu. Apa yang telah direncanakan, dikonsepkan oleh pikiran, lalu diwujudkan melalui usaha. Apakah setiap rencana, bisa terwujud?

        Kembali ke pernyataan diawal tadi,  semuanya bukan bergantung pada rencana, tapi bergantung pada kemana takdir akan membawa. Hanya saja, rencana yang disertai dengan usaha adalah jalan tol yang mendekatkan seseorang pada takdir yang terbaik.

        Jadi, buatlah rencana, lalu usahakanlah, soal terwujud atau tidak, itu bergantung pada takdir. Tapi dengan usaha, doa dan ikhtiar setidaknya takdir akan mendekatkan seseorang pada apa yang telah direncanakannya.


Komentar