Temaram
menyapa
Berdasar
pada langit yang mulai menggelap
Dinding
angkuh ku telah kokoh
Menyudutkan
nurani diantara logika
Rasa
telah menguar
Seperti
asap yang mengepul di udara
Namun
kenangan masih tinggal
Bagai
gula yang masih tersisa diujung gelas
Meninggalkan
bekas yang sekali lagi meruntuhkan
Warna
tak selalu melukiskan keindahan
Ketika
pelangi beranjak, langit kembali merasa sunyi
Menyisahkan
luka yang tak diketahui oleh semesta
Karena
tawa pandai memainkan peran
Kembali
ku letakan rindu di dasar nurani
Berjalan
mundur dengan perlahan
Mengakhiri
titik dari kertas yang pernah tergores.
Nama :
Silvia Qotrun Nada
Prodi :
Sosiologi
Fakultas
: Ilmu Sosial dan Politik
Angkatan
: 2018

Komentar
Posting Komentar