Sirna - PUISI

 





Temaram menyapa

Berdasar pada langit yang mulai menggelap

Dinding angkuh ku telah kokoh

Menyudutkan nurani diantara logika

 

Rasa telah menguar

Seperti asap yang mengepul di udara

Namun kenangan masih tinggal

Bagai gula yang masih tersisa diujung gelas

Meninggalkan bekas yang sekali lagi meruntuhkan

 

Warna tak selalu melukiskan keindahan

Ketika pelangi beranjak, langit kembali merasa sunyi

Menyisahkan luka yang tak diketahui oleh semesta

Karena tawa pandai memainkan peran

 

Kembali ku letakan rindu di dasar nurani

Berjalan mundur dengan perlahan

Mengakhiri titik dari kertas yang pernah tergores.

 

Nama : Silvia Qotrun Nada

Prodi : Sosiologi

Fakultas : Ilmu Sosial dan Politik

Angkatan : 2018

Komentar