Tuan Rasa- Puisi


 

Rindu terlelap dalam imajinasi,

Ku biarkan mentari tak menyapanya,

Mengisahkan perihal rasa yang terbalut kelabu,

Bermain bersama jingga yang bermetamorfosa menjadi temaram.

 

Rasa yang semula pelangi, telah berganti menjadi hujan,

Berteman pada embun yang merindukan daun nya,

Merindukan sebuah rasa manis yang memudarkan pekat,

Merindukan dekapan hangat ketika angin mulai menyapa.

 

Mengapa warna terlukis jika hanya untuk dipudarkan,

Haruskah ku salahkan semesta jika tawa ku kehilangan tuan nya,

Ini bukan perihal jingga,

Namun perihal gelap usai langit bernuansa dg warna.

 

Semesta seakan memperlambat langkahnya,

Ketika akan ku sematkan titik dalam goresan pena ku,

Rasa tau siapa tuan nya,

Namun ego juga tau, kapan saat ia harus mengubah arah rasa.

 

Nama : Silvia Qotrun Nada

Prodi : Sosiologi

Fakultas : Ilmu Sosial dan Politik

Angkatan : 2018

Komentar