Membangun Semangat Trilogi Pelajar NU di Era Digital -Esai

 



Menurut Wikipedia, Trilogi merupakan kesatuan gagasan atau pokok pikiran yang dituangkan dalam tiga bagian yang saling terhubung. Ketika berbicara mengenai trilogi, sebuah badan otonom NU di tingkatan pelajar yakni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang memiliki peran sebagai wadah untuk mencetak generasi muda NU juga memiliki trilogi yaitu, belajar, berjuang, dan bertakwa. Jika dilihat secara sekilas trilogi belajar, berjuang, dan bertakwa merupakan sebuah kalimat  yang sepele. Tetapi dibalik itu semua trilogi ini memiliki arti penting bagi pelajar NU.

Trilogi ini merupakan semboyan yang menjadi prinsip dan semangat juang bagi pelajar NU dalam berkhidmah untuk mempersiapkan diri meneruskan perjuangan para ulama. Di era digital seperti sekarang ini pelajar memiki peran penting untuk kemajuan masa depan. Oleh karena itu, sebagai pelajar NU sudah seharusnya memahami trilogi diatas sehingga bisa  membangun semangat trilogi di era digital untuk menyongsong kemajuan tersebut.

            Trilogi pertama, yaitu belajar. Belajar menjadi salah satu kebutuhan pokok sehari-hari apalagi kita yang rata-rata basisnya masih sebagai pelajar. Jika disangkutpautkan di era digital sekarang, handphone merupakan sumber ilmu pengetahuan yang paling luas jika kita bisa memanfaatkannya. Apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini kita tidak bisa belajar tanpa melalui virtual class.

            Trilogi kedua, yaitu berjuang. Berjuang merupakan salah satu fase dimana seseorang akan berusaha semampunya untuk mencapai targetnya, mustahil jika seseorang yang sukses itu tidak melewati sebuah perjuangan yang sulit. Oleh karena itu sebagai kader IPNU IPPNU kita dididik bukan hanya dari ilmu pengetahuan saja, melainkan dididik dengan sebuah proses berjuang. Bukan hanya berjuang untuk organisasinya saja, melainkan harus bisa berjuang dari segala sisi agar apa yang mereka inginkan bisa tercapai. Kadang manusia hanya bisa menyalahkan takdir sebelum berusaha, hal ini yang tidak seharusnya kita pikirkan. Karena benar apa yang dikatakan Gus Miftah, “Allah itu tidak melihat usaha kita dari hasilnya, tapi melihat dari proses dan perjuangnya”. Maka dari itu sudah semestinya manusia harus terus berjuang sekuat mungkin.

            Trilogi ketiga, yaitu bertaqwa. Bertaqwa ialah menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Seperti yang saya katakan pada trilogi pertama yaitu handphone merupakan sumber ilmu pengetahuan yang paling luas, jika dilihat dari sisi positif dan negatif dari handphone itu selalu ada tergantung kita menggunakannya bagaimana. Jika kita menggunakan untuk hal-hal yang positif kita akan bisa melaksanakan apa itu bertakwa untuk kehidupan sehari-hari, yaitu menjauhi segala larangan-Nya.  


Nama                        : Rudat Ilaina Alwanda

Prodi                        : Pendidikan IPA

Fakultas                    : Tarbiyah dan Keguruan

Angkatan di UKPI : 2021

Komentar