Semua adalah akhir
Itu pasti, karena awal
hanyalah alat untuk membungkam elegi
Yang terkubur sendiri
Dalam detak masa depan
sejati
Sebagaimana titah
takdir
Orang-orang terus
berlalu menitipkan persepsi, merajut distorsi
Hingga aku tersadar
Bahwa lara kini telah
menembus angan, merayap mencengkam nyata
Aku tahu … Aku tahu!
Tapi aku hanya ingin
berlari, berlari, menjauh dari genggam tangan-tangan busuk perih
Merantau ke dalam
lengangnya diri
Jika bahagia itu memang
ada, bukan semata ilusi utopia
Akan kucari ke mana pun
ia berada
Karena setidaknya,
luka-luka jiwa harus redam benar sebelum kembali tak terselamatkan
Nama : Irena Dyah Kristina
Prodi : Sosiologi
Fakultas: FISIP
Angkatan di UKPI: 20

Komentar
Posting Komentar