Kemelut Paradigma - Puisi

 


Semua adalah akhir

Itu pasti, karena awal hanyalah alat untuk membungkam elegi

Yang terkubur sendiri

Dalam detak masa depan sejati

 

Sebagaimana titah takdir

Orang-orang terus berlalu menitipkan persepsi, merajut distorsi

Hingga aku tersadar

Bahwa lara kini telah menembus angan, merayap mencengkam nyata

 

Aku tahu … Aku tahu!

Tapi aku hanya ingin berlari, berlari, menjauh dari genggam tangan-tangan busuk perih

Merantau ke dalam lengangnya diri

 

Jika bahagia itu memang ada, bukan semata ilusi utopia

Akan kucari ke mana pun ia berada

Karena setidaknya, luka-luka jiwa harus redam benar sebelum kembali tak terselamatkan

 

 

 

Nama   : Irena Dyah Kristina

Prodi   : Sosiologi

Fakultas: FISIP

Angkatan di UKPI: 20

Komentar