IBU - Puisi


 

Kalau aku meninjau lalu datang kemarau

Sawah-sawah kering, padipun gugur bersama angin

Hanya mata airmu ibu, yang tetap lancar mengalir

 

Bila aku membaca

Sedap kopyor masakanmu dan ronta kegelisahanku

Di hati ada mayang siwalan menitihkan

Sari-sari kerinduan

Lantar hutangku tak mampu kubayar

 

Ibu adalah singgah sana hatiku

Dan ibulah yang mendoktrinku

Saat mawar menyerbak bau kasih sayang

Ibu menunjuk keatas, kemudian kebawah

Aku berangguk meski kurangku pahami

 

Bila kasihmu ibarat semesta

Sempit alam teduh

Tempatku bersuci, menyuci lumut pada diri

 

Melempar, tertampar tak uji bagimu

Laut meredam marah sang hati, tak kuasa menahannya

 

Kejernihan air matamu

Menyejukkan sang buah hatimu

Bila aku berlayar lalu datang angin sakal

Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal

 

Ibukah itu, bidadari yang berselendang biangwajah

Sesekali kehadapanku biar kutahu sedihmu

Menyerahkan, menggambar langit biru dengan sajakku.


Nama                           : Muhammad Hikmal yazid

Prodi                            : Sastra Indonesia

Fakultas                      : Fakultas Adab dan Humoniora

Angkatan di UKPI     : 21

 

 

Komentar