“Dilema Rasa”-Puisi


Dikala lembayung dan temaram

Ada berbagai senja yang harus dilupa

Ini bukan perihal jingga

Namun perihal gelap usai langit bernuansa dengan warna


Hujan bertandang ke bumi tanpa aba-aba

Jatuh namun candu

Membawa gelap yang menyeringai pekat

Karena dia adalah luka yang ku kira tawa


Tak semua pernik warna disuka oleh mata

Hingga logika menjadi primadona

Menyingkirkan nurani yang membuat batas

Melambai pada rasa semu yang menawan


Jemari menari bersama deretan diksi

Berangan perihal seringai rasa

Karena tak semua gelap seberuntung malam

Yang diusaikan oleh sebuah bintang



Nama : Silvia Qotrun Nada

Prodi : Sosiologi 

Fakultas : Ilmu Sosial dan Politik 

Angkatan di UKPI : 2018


Komentar