Romantika Kupu-Kupu Malam
Jauh di negeri subur yang jauh dari cengkeraman pasal bangsa.
Ada yang benci dirinya, ada pula yang membutuhkan dirinya.
Ini romantika hidup wanita si kupu-kupu malam.
Bekerja dan bertaruh seluruh jiwa raganya.
Hanya bibir senyum dan kata halus merayu memanja yang dikerjakannya.
Ia hidup hanya untuk melayani mereka yang datang.
Dosakah yang ia kerjakan?
Sucikah mereka yang datang?
Senyum dan tangisan menjadi makanan sehari-harinya.
Apa yang terjadi, maka terjadilah.
Yang ia tahu hanyalah menyambung nyawa.
Tak ada yang tak mengoloknya sebagai wanita pendosa.
Yang ia tahu Tuhan sangatlah sayang terhadap hambanya.

Komentar
Posting Komentar