Cukupan - Puisi


 Berapa lama lagi

Aku harus menghela nafas diri

Di sela-sela perbendaharaan awan

Yang terserak, menyatu, lalu memencar kembali?


Berapa lama lagi

Aku harus memendam pedih-perih

Kala terpaku tatap pada pendaran mentari

Yang menyisakan aroma hening dalam ironi?


Berapa lama lagi

Aku harus menahan detak hampa

Di saat melihat koloni semut bersejajar

Yang tak perlu beradu dengan layar demi menggelar harmoni ?


Berapa lama lagi

Aku harus membungkam debur rindu

Kala persuaan sebatas harap

Yang menjadi serangkai bual tanpa akhir?


Berapa lama lagi

Aku harus mengulum derai tangis

Kala tersungkur dalam ribaan sujud 

Yang terasa pilu menyayat ditelan sunyi? 


Cukup, Tuhan, berapa lama lagi?


Oleh : Kerabati Irena D.

Komentar