1. Problematika Virus yang tak kunjung buyar...
Covid masih menyerang dan membunuh
Semua takut dan banyak yang mengeluh
Tapi kenapa bukan kesehatan dan pendidikan
Malah cipta kerja dan pembangunan yang menjadi pertimbangan?
Konspirasi semacam apa yang dipermainkan
Korupsi yang terus dan masih berjalan
Para bangsat mengambil uang dan keuntungan
Tanpa memikirkan adanya neraka jahanam
Rakyat sedang dalam kesusahan dan ketakutan
Tapi masih ada korup seperti tak punya pikiran
Dasar tikus tikus setan
Nurani telah dihilangkan!
2. Ini pesanku...
Dari rakyat kecil
Yang punya harapan dan sebuah impian
Hidup sebagai seorang pemanang
Bukan hanya takut dan jadi pecundang
Teruslah berkarya jangan takut dibungkam
Ayo bangkit kawan lawan yang menghadang
Satukan tekadmu dan semangatmu
Tunjukkan bahwa kita bisa maju
Dimana rasa keadilan jika semua tentang kesombongan
Kapan sejahtera jika mereka sibuk memperkaya diri
Akankah Indonesia ini akan maju
Jika para pemimpin hanya berpikir harta dan tahta
Logika tak menggunakan perasaan
Akhirnya menindas dan menelantarkan
Memang pintar tapi tanpa kebijaksanaan
Hingga tak peduli lagi akan kedamaian
3. Pada setiap kenangan...
Jangan pernah pergi meski aku hilang ingatan
Jangan pernah mencoba untuk melupakan
Jangan pernah musnahkan pengalaman
Dan jangan hilangkan semua kesalahan
Aku pernah mengenalmu dalam senyuman
Aku pernah menghiburmu dalam tangisan
Aku pernah ada untukmu dalam kesendirian
Dan aku terjerat dalam ruang rindu terdalam
Kamu adalah sebuah pelangi dalam senja
Yang kunikmati dengan ketenangan jiwa
Melihat sejauh indahnya cakrawala
Kau berhasil membuatku menulis akan cerita
Kemana kamu akan pergi setelah aku tiada
Dimana aku bisa menemukanmu nantinya
Apakah kau akan tetap tersenyum jika aku menutup mata
Dan biarkan aku melihat senyummu terakhir kalinya
Sajak ini kutulis dalam pembaringan
Hanya ini yang dapat kusampaikan
Padamu kini wahai pemilik kenangan
Terimakasih dan Sampai jumpa kawan
4. Mundur satu langkah pecundang
Kita terlahir sebagai pemenang
Bermanfaat dan terus terbang
Pemuda pahlawan yang dikenang
Hebat tempo dulu...
Bekerja juga rajin sholat
Salim kyai Ilmu bermanfaat
Mondok lama terlatih kuat
Belajar mengaji penuh semangat
Hebat tempo milenial...
Berharap menjadi pejabat
Ngaku Islam tapi bangsat
Disumpah kitab malah keparat
Harta tahta wanita langsung kumat
Garuda tak mengajarkan berjalan
Merah bukan lambang kekalahan
Putih adalah sebuah kesucian
Bhinneka tunggal Ika masih semboyan
Hei generasi...
Teruslah terbang bersama garuda
Raih kebahagiaan di Cakrawala
Jangan mundur dan terus usaha
Injak tantangan dan ujian yang ada
Jangan berbohong...
Hatimu butuh masa depan
Pikiranmu butuh ketenangan
Sukmamu butuh kebahagiaan
Maka jangan lepaskan Islam dalam genggaman
"Jika kau tidak bisa mati secara pahlawan, matilah dengan syahid kawan"
.
Oleh : Kerabat Abdullah Rosyid Tamimi
Prodi : Pendidikan Agama Islam
Angkatan : 20
🍁Pena Karya Departemen Kepenulisan
Komentar
Posting Komentar