Canda-Puisi

 Gelap telah bertandang,

Menyongsong jingga dikalah senja,

Angin mulai bosan,

Melihat rintik yang gemar terjatuh.

Waktu berjalan melambat,

Membuat langkah dilema akan rasa,

Kata mu terlalu canda,

Yang seringkali menjadikan ku candu.

Hujan terlalu gemar meninggalkan jejak,

Meski mungkin ia tak merasa,

Namun rinainya kerap berteman dengan luka,

Melukis kisah yang tak memiliki ujung.

Terimakasih,

Atas cerita pahit dan manis yang pusatnya adalah kamu.

Oleh : Kerabati Silvia Qotrun Nada

Prodi : Sosiologi

Angkatan : 18

🍁Pena Karya Departemen Kepenulisan

Komentar