Titahkan Doa - Puisi


 

Seduhan kopi  mengingat kecanduan kala itu

Menyeruak gejola berbincang nan syahdu

Beriringa bisingnya kendaraan  kota metropolitan

Membisu dalam ayunan bara berkobar

Ingin ku dipuja,di manja serta iringan canda tawa

Tapi pilihan membisu lebih tepat  sepertinya

lalai sejenak                                       

atas bisikan setan menyeru merdu

Memendam,membisu  lebih tepat dan taat

Memilihmu dalam jantung ruang tempat  imanku mengeliat

Menjadikan sunyi sebagai obat

Titahkan deretan sebagai doa yang melayang

Membawa takdir atas teruntai  terijabah.

Bukannya,hal ternikmat  ialah berseteru dalam doa ?

Meskipun memendam sangat menyiksa

Meredahkan nafsu, mengeliat mesra

Hakikatnya kita memperbaiki diri dan perbanyak ibadah

Tak perlu memburu untuk merengkutnya

Karna tuhan mendengar atas rintihan hambanya.


NAMA :ASHINTA NURIAH

PRODI : SEJARAH PERADABAN ISLAM

FAKULTAS: ADAB DAN HUMANIORA

ANGKATAN DI UKPI: 2021          

 

Komentar