Seduhan kopi mengingat kecanduan kala itu
Menyeruak gejola berbincang nan syahdu
Beriringa bisingnya kendaraan kota metropolitan
Membisu dalam ayunan bara berkobar
Ingin ku dipuja,di manja serta iringan canda tawa
Tapi pilihan membisu lebih tepat sepertinya
lalai sejenak
atas bisikan setan menyeru merdu
Memendam,membisu lebih tepat dan taat
Memilihmu dalam jantung ruang tempat imanku mengeliat
Menjadikan sunyi sebagai obat
Titahkan deretan sebagai doa yang melayang
Membawa takdir atas teruntai terijabah.
Bukannya,hal ternikmat ialah berseteru dalam doa ?
Meskipun memendam sangat menyiksa
Meredahkan nafsu, mengeliat mesra
Hakikatnya kita memperbaiki diri dan perbanyak ibadah
Tak perlu memburu untuk merengkutnya
Karna tuhan mendengar atas rintihan hambanya.
NAMA :ASHINTA NURIAH
PRODI : SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS: ADAB DAN HUMANIORA
ANGKATAN DI UKPI: 2021

Komentar
Posting Komentar